PENGALAMAN KERJA, NILAI PLUS UNTUK PARA CALON JOB SEEKER
SARAN/KIAT CEPAT MENDAPATKAN PEKERJAAN SAAT INI, Episode 2
Original by Irwan Baker
Pada kesempatan ini saya akan memberikan saran PERTAMA saya, yaitu saran bagi anda yang masih menjadi “CALON JOB SEEKER” (dibaca : MAHASISWA)
Bagi anda yang masih CALON JOB SEEKER, saran saya mulailah untuk membuat target kelulusan anda bukan saja dengan Indeks Prestasi Baik (IPK 2,75 keatas yaa..) tetapi juga dengan SKILL sebagai NILAI PLUS-nya. Skill yang saya maksudkan disini bukan lagi skill seperti kemampuan Komputer, kemampuan Berbahasa Asing, Brevet Pajak atau lainnya. Kalo Skill yang anda pahami saat ini hanya sebatas itu maka anda TELAH KETINGGALAN JAMAN!!!
Mungkin dulu skill seperti itu sudah menjadi NILAI PLUS, tapi sekarang belum tentu lho…Skill yang saya sebutkan diatas SUDAH BUKAN NILAI PLUS lagi saat ini, skill tersebut diatas sudah jadi bagian terintegrasi yang WAJAR untuk anda miliki dengan mahir seiring dengan lulusnya anda nanti.
Kalo gitu Skill yang bagaimana sih yang menjadi NILAI PLUS untuk saat ini di pasar tenaga kerja?
Jangan kaget yaaa…SKILL itu adalah PENGALAMAN KERJA….???
Artinya pada saat anda lulus nanti selain ijazah, transkrip nilai dan sertifikat, anda juga sudah mempunyai pengalaman kerja. Lalu bagaimana caranya untuk mendapatkan pengalaman kerja itu? Tentunya anda harus bekerja dong (bukan dengan membuat Referensi Aspal), artinya juga saya kuliah dan sambil bekerja dong? BETUL SEKALI… J
Wah gimana caranya tuh? Bisa-bisa masa kuliah saya akan lebih panjang karena kuliah sambil bekerja?
Sekali lagi saran saya : Milikilah Pengalaman Kerja sedikitnya 1 tahun sebagai bekal Nilai Plus anda.
Bagi waktu kuliah anda dengan bekerja. Banyak alternatif yang bisa anda ambil untuk bekerja pada masa anda kuliah, misalnya dengan bekerja paruh waktu, freelance, atau bekerja normal dengan mengambil kuliah malam dan sebagainya. Selalu ada jalan untuk itu. Yang menjadi masalah adalah apakah anda mau untuk berkorban sampai sejauh itu? Butuh KEPINTARAN anda untuk menilai hal itu.
Sebagai masukan saja, saat ini perusahaan tempat saya bekerja sudah menjalankan standar seperti apa yang saya uraikan sekarang ini sejak 1 tahun lalu, mungkin di perusahaan lain apalagi yang berskala besar hal ini sudah dilakukan bahkan 2 atau 3 tahun kebelakang. Ketika saya menulis artikel ini, kami sedang melakukan perekrutan untuk tenaga Receptionist (hemm..posisi yang sederhana ya kayaknya), tapi tahukan anda bahwa persyaratan yang tidak tertulis di iklan lowongan yang dipublikasikan di media yang di-Request oleh divisi user adalah adanya ketentuan bahwa calon pelamar yang diprioritaskan minimal memiliki pengalaman Receptionist, Customer Service atau Operator Telepon Call Center, padahal persyaratan yang dipublikasikan adalah FRESH GRADUATE…gimana tuh? Kontras kan?
Tapi ada lho spesifikasi seperti itu, benar-benar “Fresh Graduate” tetapi memiliki pengalaman seperti yang saya sebut diatas dan rata-rata lebih dari 1 tahun. Memang angkanya hanya sekitar 5% dari total pelamar yang masuk (dari 120 Lamaran). Saya belum tahu apakah 5% pelamar ini adalah mereka yang memang telah menyadari kondisi dunia kerja saat ini atau kebetulan, tetapi ada beberapa kejadian yang sama yang sama temui rata-rata dari ciri JOB SEEKER seperti ini adalah mereka yang pada masa kuliah, yang karena kondisi ekonomi, memaksa mereka untuk kuliah sambil bekerja (bukan bekerja sambil kuliah lho…)
Silahkan anda menilai sendiri saran pertama saya ini, kalau anda sudah menjalankannya, saya ucapkan selamat! Anda sudah selangkah lebih maju…(bersambung ke episode 3)

[...] Dari ilustrasi diatas, secara pribadi, saya dapat menyimpulkan bahwa pekerjaan SALES masih sangat kurang diminati, artinya apa? SALES adalah PELUANG BESAR, bila anda Job Seeker ingin cepat bekerja. [...]
SALES…..PEKERJAAN SPEKTAKULER TETAPI KURANG POPULER « The Blog’s Guide to Jobs dibahas juga di dalam 6 Juni 2009 pada 5:58 PM |